TemuBunda.com – Biasanya wanita hamil akan mengalami peningkatan gairah seks pada trimester kedua (usia kehamilan 4 – 6 Bulan). Akan tetapi, masih banyak Istri ataupun Suami yang enggan melakukannya dikarenakan takut aktivitas tersebut dapat mengganggu kesehatan sang janin dalam kandungan. Dimana ketakutan terbesar mereka adalah khawatir hal tersebut bisa menyebabkan keguguran. Padahal faktanya, berhubungan seks selama kehamilan sangat dianjurkan karena dapat mengurangi sakit seperti sakit punggung, tegang di leher dan sakit kepala yang biasanya diderita Ibu hamil. Sakit itu akan hilang ketika orgasme dicapai. Lalu cara amannya bagaimana? TebuBunda.com kali ini akan memberikan beberapa tips berhubungan seks saat hamil yang aman bagi kandungan dan janin.

Bersenggama atau berhubungan sexs apakah bahaya untuk sang buah hati? Selama posisi tidak dilakukan secara kasar, sexs pada saat kehamilan tidaklah membahayakan. Tapi ada baiknya bunda mengkonsultasikannya ke dokter kandungan terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat keamanan berhubungan seks. Karena posisi dan umur sang janin mempengaruhi keamanan berhubungan seks, bahkan kondisi fisik sang ibu pun juga mempengeruhi tingkat keamanannya.
Kenapa Berhubungan Seks Saat Hamil Bisa Dikatakan Aman?
Karena sebenarnya janin dalam kandungan terlindungi dengan baik di dalam rahim. Cairan ketuban dan segel tebal berlendir yang mengunci serviks dapat melindungi bayi dari berbagai infeksi. Meski pun pada beberapa wanita orgasme dapat menyebabkan kontraksi rahim, namun hal ini tidak akan mempengaruhi proses persalinan. Jadi bunda jangan takut ya untuk berhubungan dengan suami, selama tahu caranya yang tepat dan aman. Yuk kita bahas lebih lanjut tentang hubungan seks saat hamil ini.
Baca Juga Tentang: Fakta Tentang Berhubungan Seks Saat Hamil
Posisi Seks Yang Aman dan Direkomendasikan Oleh Para Dokter Ahli Kandungan
Women On Top (WOT)
Seiring perut yang membesar, sangat disarankan melakukan posisi seks wanita berada di atas (Woman On Top) agar bisa mengontrol kedalaman penis. Posisi seks berbaring terlentang sangat tidak disarankan dalam melakukan hubungan seks pada saat hamil, karena berat bayi dan pasangan dapat memberikan tekanan pada vena cava inferior, pembuluh darah besar yang membawa darah kembali menuju jantung. Hal ini dapat mengakibatkan pusing dan meningkatkan detak jantung, sehingga membahayakan sang buah hati jika posisi seks dilakukan dengan cara terlentang. Untuk itu ketika berhubungan dengan posisi Wanita di atas, maka ibu hamil dapat mengontrol kedalaman dan kecepatan penetrasi saaat berhubungan. Dengan begitu berhubungan pun akan lebih nyaman dan tidak menekan perut.
Berbaring Miring (Side-by-Side/Spooning)
Posisi ini menjadi pilihan untuk hubungan seks yang lebih nyaman dan tetap menjaga keintiman dengan pasangan, karena selain perut menjadi tidak tertekan, puncak kenikmatan atau orgasme menjadi lebih mudah didapatkan.
Doggy Style
Posisi doggy style yaitu posisi berhubungan dengan cara ibu hamil bertumpu pada lutut dan tangan kemudian suami melakukan penetrasi dari belakang. Dikarenakan beban berada pada lutut dan tangan, posisi ini membuat perut dan kandungan lebih aman karena tidak terbebani. Jika bunda ragu atau merasa kurang nyaman, bunda bisa menyisipkan bantal di bawah perut untuk menopang agar terasa lebih nyaman dan dapat fokus pada penetrasi sampai merasakan klimaks.
Menggunakan Kursi
Untuk mencoba posisi ini, bunda bisa meminta suami untuk duduk di kursi atau sofa yang nyaman, lalu bunda duduk di pangkuan suami sambil melakukan penetrasi pelan-pelan. Dengan posisi ini, bunda dapat mengatur sudut dan kedalaman penetrasi senyaman bunda. Perut tetap aman tanpa tertekan, keintiman juga tetap didapatkan.
Posisi Seks Yang Perlu Diperhatikan Saat Hamil
Agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan, ada baiknya bunda dan pasangan berhati-hati atau lebih baik lagi menghindari posisi bercinta dengan gaya berikut ini:
Misionaris
Sebisa mungkin disaat sedang hamil hindarilah posisi seks dengan wanita di bawah dan suami di atas (misionaris). Karena posisi ini akan sangat membebani perut, terutama saat perut sudah mulai membesar. Di posisi ini, berat badan dapat menekan dan memberikan beban pada perut sehingga cukup berbahaya untuk kandungan dan janin. Jika memang terpaksanya harus dilakukan, saat melakukannya suami harus menopang seluruh beban tubunya dengan lengan dan kaki agar tidak menekan perut.
Terlentang Terlalu Lama
Dalam kondisi hamil, saat berhubungan seks dengan posisi terlentang harus menghindari lebih dari beberapa menit. Karena pada posisi ini bisa menekan pembuluih darah besar dan mengganggu peredaran darah yang mana hal tersebut bisa mengancam kesehatan dan keselamatan kandungan serta janin dalam rahim.
Demikianlah beberapa posisi yang direkomendasikan agar berhubungan seks saat hamil bisa tetap aman tanpa kehilangan keintiman dengan pasangan. Selalu priotitaskan kenyamanan dan komunikasi dengan pasangan agar tetap dapat menjaga keamanan dan keharmonisan dalam berhubungan. Segera hentikan hubungan seks jika bunda mulai mengalami rasa nyeri hebat atau pendarahan. Segera bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut jika sampai hal tersebut terjadi.
Bagaimana menurut bunda tentang posisi tadi? posisi seks mana yang menjadi favorit para bunda? tulis pengalaman kalian di kolom komentar untuk berbagi dengan bunda-bunda lainnya ya..







