TemuBunda.com – Saat memasuki Hari Perkiraan Lahir atau biasa disebut dengan HPL, perasaan cemas dan khawatir kadang menghampiri perasaan ibu hamil. Kecemasan dan kekhawatiran ini sangatlah umum dan wajar terjadi, ingin rasanya percepat proses persalinan agar rasa khawatir dan cemas segera berlalu. Namun begitu, setiap ibu hamil pasti menginginkan kelahiran buah hati tercintanya dengan cepat, sehat dan selamat ibu maupun bayinya.
Saat-saat menjelang kelahiran, kontraksi hebat dan rasa sakit memang akan bunda alami. Seberapa lama proses persalinan ini sangatlah tergantung kepada masing-masing kondisi fisik dan mental setiap ibu hamil. Ada yang dapat melalui proses persalinan dengan cepat dalam hitungan menit saja, akan tetapi ada juga yang lama hingga memakan waktu berjam-jam. Hal tersebut dipengaruhi antara lain oleh kekuatan ibu dan juga posisi melahirkan. Oleh karenanya terkadang secara medis akan dikenakan alat pacu persalinan, obat perangsang kelahiran dan lain sebagainya.
Banyak cara yang dapat diakukan agar supaya proses persalinan dapat berlangsung lebih cepat dan lancar. Salah satunya yaitu dengan penerapan nipple stimulation, yaitu menstimulasi atau merangsang puting payudara. Jadi percepat proses persalinan dengan merangsang puting itu mitos atau fakta? Jawabannya adalah fakta!

Asalakan diterapkan dengan cara yang tepat, cara ini diyakini dan terbukti manjur untuk mempercepat proses persalinan. Ketika payudara dirangsang maka hormon oksitosin akan terlepas dan bisa berdampak pada kontraksi. Hormon oksitosin ini berfungsi untuk memperlancar proses melahirkan dan mengurangi kontraksi yang biasanya terjadi pada ibu hamil. Hormon oksitosin juga sangat berguna ketika buah hati anda telah terlahir, yaitu untuk memulihkan bentuk rahim seperti sebelum hamil setelah masa persalinan.
Perubahan hormon ini akan terjadi selama beberapa tahap kehamilan dan akan membantu rahim anda menjadi semakin sensitif pada oksitosin, yang mana pada akhirnya nanti akan menyebabkan peningkatan secara bertahap didalam kontraksi braxton hick atau biasa disebut dengan olahraga rahim.
Efek yang dapat ditimbulkan dari metode stimulasi puting ini sangatlah kuat bahkan hampir mirip dengan menggunakan pitocin atau oksitosin sinetik secara berlebihan. Stimulasi puting ini akan sangat membantu dalam memulai proses persalinan, tapi sebelumnya anda harus memastikan leher rahim telah mulai menipis, melunak dan siap untuk membuka jalan persalinan.
Dengan begitu stimulasi tersebut dapat berjalan dengan sangat baik ketika kehamilan sudah memasuki waktu persalinan. Disamping itu demi keamanan ibu dan bayinya, perlu bunda ketahui dan pahami bahwa metode merangsang puting atau nipple stimulation ini hanya disarankan bagi perempuan yang mengalami kehamilan normal dan tidak dapat dilakukan pada kehamilan yang memiliki resiko tinggi. Jadi ketika ibu hamil sedang menderita penyakit seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, preeklampsia, diabetes gestasional dan semacamnya, maka metode nipple stimulation ini tidak bisa diterapkan.
Alangkah lebih baik jika bunda melakukan konsultasi dengan dokter kepercayaan bunda sebelum menerapkan metode nipple stimulation ini, sehingga bunda bisa mendapatkan hasil maksimal dan kelancaran dalam proses persalinan. Perbanyak informasi dan pengetahuan mengenai metode stimulasi puting ini dari berbagai sumber seperti internet, buku, majalah atau orang yang telah berpengalaman mempraktekan metode ini yang mana sudah merasakan khasiatnya.
Cara melakukan stimulasi puting untuk percepat proses persalinan.
Cara melakukan stimulasi puting sebenarnya sangatlah mudah, karena pada dasarnya hampir sama dengan ketika sang ibu menyusui bayinya.
Stimulasi puting dapat dilakukan dengan memijit, menggosok dengan lembut serta melakukan beberapa gerakan melingkar pada area puting payudara. Metode nipple stimulation ini sama seperti melakukan stimulasi ketika anda sedang menyusui bayi, yaitu dengan memijat semua daerah gelap pada sekitar puting (aerola).
Cara ini tidak hanya dilakukan dengan memuntir puting saja, akan tetapi juga dapat dilakukan dengan menempelkan kedua telapak tangan tepat di atas daerah gelap pada sekitar puting kemudian berikan tekanan yang lembut sambil melakukan gerakan melingkar.

Lakukan serangkaian gerakan tersebut dengan rutin sebanyak 3 kali dalam sehari dengan durasi 1 jam. Dalam durasi 1 jam tersebut lakukan gerakan diatas selama 15 menit pada masing-masing payudara secara beralih dan bergantian antara payudara satu dengan payudara lainnya.
Pijat dan fokuslah pada satu payudara terlebih dahulu, jangan menerapkan pijatan stimulasi puting dengan cara memijit kedua payudara secara bersamaan. Jadi dalam 1 jam masing-masing payudara akan mendapatkan pijatan sebanyak 2 kali. Berikan jeda 5 menit ketika akan beralih dari payudara satu ke payudara yang lain.
Lihatlah reaksi yang terjadi sebelum melanjutkan pemijatan yang lain, jangan melanjutkan stimulasi puting jika kontraksi terjadi pada kurun waktu 3 menit atau pada 1 menit dan tidak disarankan untuk melakukan pemijatan selama terjadi kontraksi. Jika bunda dapat melakukannya secara rutin dan teratur, hasilnya akan dapat bunda rasakan ketika proses persalinan nantinya.
Proses persalinan memang sangat menegangkan, tidak hanya bagi anda tetapi juga bagi suami anda dan anggota keluarga lainnya. Bunda bisa saja mengalami rasa sakit yang luar biasa hebatnya saat proses persalinan ini, tapi yakinlah bahwa rasa sakit dan lelah yang anda rasakan saat itu akan segera terhapuskan dengan kelahiran sang buah hati tercinta. Rasa bahagia akan kelahiran keluarga baru akan memudarkan kekhawatiran dan kecemasan selama proses persalinan. Semoga Metode stimulasi puting ini dapat bermanfaaat dan dapat mengurangi rasa sakit serta mempercepat proses persalinan nantinya.



