TemuBunda.com – Banyak pasangan bertanya-tanya apakah aman bila sering melakukan hubungan seks saat sedang hamil? atau mungkin bagaimana sebenarnya efek sering berhubungan seks saat hamil terhadap ibu dan janin? Pertanyaan ini wajar sekali muncul karena perubahan tubuh, hormon dan kondisi janin sering membuat pasangan menjadi ragu-ragu atau bahkan takut untuk melakun ritual romantisme ini. Nah di artikel kali ini, TemuBunda.com akan mengajak bunda untuk membahas secara tuntas, lengkap dan jelas tentang fakta sebenarnya terkait berhubungan seks saat hamil. Semoga setelah membaca artikel ini, Bunda bisa mengambil keputusan dengan nyaman dan aman dalam berhubungan seks.

Apa Seks Saat Hamil Itu Aman?
Sebelum masuk ke efeknya, Bunda perlu tahu dulu bahwa secara umum, berhubungan seks saat hamil aman, terutama jika kondisi kehamilan Bunda sehat, tidak mengalami komplikasi dan dokter tidak memberikan larangan tertentu.
Kenapa bisa dibilang kalo hubungan seks ini relatif aman? Karena selama kehamilan normal, sebenarnya janin sudah terlindungi oleh kantung ketuban, plasenta, serta otot rahim yang kuat. Jadi aktivitas seksual tidak akan menyentuh atau mengganggu sang buah hati dalam kandungan.
Banyak ibu hamil yang enggan untuk berhubungan disaat sedang hamil karena rasa khawatir aktivitas ini dapat “mengganggu” atau bahkan “membahayakan” untuk janin, padahal faktanya berhubungan intim dengan pasangan di masa kehamilan itu tidak akan berdampak buruk selama dilakukan dengan cara yang benar dan aman.
Efek Positif Sering Berhubungan Seks Saat Hamil

Berhubungan seks saat hamil tidak hanya aman, tetapi juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan ibu hamil maupun keharmonisan hubungan rumah tangga. Berikut beberapa efek positifnya:
Meningkatkan Suasana Hati
Saat Bunda berhubungan intim, tubuh melepaskan hormon endorfin dan oksitosin yang membantu mengurangi stres, meningkatkan mood, dan membuat Bunda merasa lebih rileks. Ini sangat membantu terutama pada trimester pertama dan ketiga ketika emosi cenderung naik turun.
Memperkuat Hubungan Emosional dengan Pasangan
Keintiman selama kehamilan bisa mempererat hubungan Bunda dan pasangan. Perubahan fisik, rasa tidak nyaman, atau kecemasan selama hamil kadang membuat hubungan terasa renggang. Dengan melakukan aktivitas seksual yang sehat dapat membantu pasangan tetap merasa dekat dan menjaga keintiman dengan pasangan tetap harmonis.
Membantu Tidur Lebih Nyenyak
Endorfin yang dilepaskan setelah orgasme dapat membantu tubuh Bunda merasa lebih tenang sehingga tidur menjadi lebih mudah dan berkualitas. Ini membantu sekali untuk mengatasi insomnia yang sering muncul selama trimester akhir.
Melancarkan Aliran Darah
Hubungan seksual dapat meningkatkan sirkulasi darah, termasuk ke area panggul. Ini bermanfaat bagi kesehatan organ reproduksi dan memperkuat otot panggul yang berperan penting saat persalinan.
Membantu Memperkuat Otot Panggul
Bunda mungkin tidak sadar, tapi orgasme membantu melatih otot dasar panggul. Otot ini penting untuk mengontrol kandung kemih, menopang rahim, dan membantu proses persalinan agar lebih lancar.
Efek Negatif atau Risiko yang Perlu Diwaspadai

Walaupun aman, ada beberapa efek yang perlu diwaspadai terutama jika kehamilan Bunda tergolong berisiko. Ini bukan berarti tidak boleh melakukan hubungan seksual ya Bunda, tetapi perlu perhatian ekstra.
Kontraksi Palsu
Orgasme dapat memicu kontraksi ringan (Braxton Hicks), terutama di trimester ketiga. Ini normal dan biasanya hilang setelah beberapa menit. Namun jika kontraksi terasa sangat kuat atau tidak berhenti, sebaiknya segera hubungi dokter.
Risiko Infeksi
Berhubungan seks tanpa pengaman dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih atau infeksi menular seksual (IMS). Pada ibu hamil, karena sedang tinggi-tingginya perubahan hormon dalam tubuh maka infeksi dapat menjadi lebih berbahaya dibanding ketika dalam keadaan normal. Jadi pastikan pasangan bersih dan setia (tidak gonta-ganti pasangan berhubungan), atau gunakan pengaman jika diperlukan.
Ketidaknyamanan Akibat Posisi Seks
Perut yang semakin membesar membuat beberapa posisi menjadi tidak nyaman. Bunda mungkin perlu mencari posisi yang aman dan tidak memberikan tekanan pada perut, misalnya posisi menyamping.
Baca Juga Tentang: Rekomendasi Posisi Berhubungan Seks Saat Hamil Agar Tetap Aman
Berisiko jika Bunda Mengalami Komplikasi
Seks sebaiknya dihindari jika Bunda mengalami kondisi seperti:
- Plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir)
- Perdarahan tanpa sebab yang jelas
- Ancaman persalinan prematur
- Ketuban pecah dini
- Kelemahan serviks (incompetent cervix)
Jika Bunda memiliki salah satu kondisi ini, dokter biasanya akan menyarankan untuk tidak berhubungan seksual sampai kondisi stabil.
Apakah Bayi Terganggu Saat Bunda Berhubungan Seks?
Jawabannya: Tidak, Bunda. Bayi berada dalam kantung ketuban yang aman dan tidak terpengaruh aktivitas seksual. Bahkan beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa bayi lebih aktif setelah hubungan seksual karena peningkatan aliran darah — bukan karena terganggu atau terluka.
Bahaya hanya muncul jika Bunda memiliki komplikasi seperti kontraksi dini atau ketuban pecah.
Tips Berhubungan Seks yang Aman saat Hamil
Supaya hubungan seksual tetap nyaman dan aman, perhatikan beberapa tips berikut:
- Komunikasikan kenyamanan dan ketidaknyamanan dengan pasangan.
- Pilih posisi yang tidak menekan perut.
- Gunakan pelumas jika area vagina menjadi lebih kering.
- Berhenti jika terasa nyeri, pusing, atau perdarahan.
- Pastikan pasangan menjaga kebersihan.
Jika Bunda ingin memahami lebih banyak tentang kesehatan ibu hamil secara menyeluruh, termasuk nutrisi dan olahraga, silahkan baca juga Panduan Lengkap Kehamilan Sehat untuk Ibu Baru.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Segera hubungi dokter jika Bunda mengalami:
- Perdarahan setelah berhubungan.
- Kontraksi kuat atau tidak berhenti.
- Ketuban terasa pecah atau keluar cairan.
- Nyeri yang semakin parah di perut bawah.
- Tanda-tanda infeksi seperti demam atau bau tidak sedap.
Ini bisa menjadi tanda adanya masalah yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga Tentang: Tanda Bahaya Kehamilan yang Harus Segera Diperiksa
Kesimpulan tentang fakta berhubungan seks saat hamil
Jadi Bunda, setelah penjelasan terkait hubungan seks saat hamil di artikel ini kita bisa memahami bahwa berhubungan seks saat hamil pada umumnya relatif aman dan bahkan memiliki banyak manfaat. Mulai dari mempererat hubungan dengan pasangan, mengurangi stres, hingga meningkatkan kualitas tidur.
Namun, tetap penting untuk memahami kondisinya, mengenali risiko, dan mengetahui kapan harus berhenti dan memeriksakan diri. Jadi berdasarkan fakta yang sudah kita bahas sedari awal kesimpulannya adalah, Seks Saat Hamil Itu Aman, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat.
Bagaimana pengalaman Bunda? Apakah Bunda merasa lebih sensitif, lebih nyaman, atau justru lebih berhati-hati saat hamil? Atau mungkin Bunda punya pertanyaan lain seputar efek berhubungan seks saat hamil? Silahkan tulis di kolom komentar ya, Bunda!







