TemuBunda.com — Rambut rontok setelah melahirkan adalah salah satu keluhan yang paling sering dialami para ibu baru. Jumlahnya bisa sangat banyak, sampai membuat Bunda panik setiap kali melihat rambut menumpuk di lantai kamar mandi atau tersangkut di sisir. Meski terlihat mengkhawatirkan, rambut rontok pasca persalinan adalah kondisi normal yang dialami sebagian besar wanita. Penyebab utamanya adalah perubahan hormon setelah kehamilan, ditambah dengan kelelahan, stres, dan pola makan yang tidak stabil. Pada pembahasan kali ini kita akan fokus pada cara-cara alami, aman, dan realistis untuk mengatasi rambut rontok. Di artikel tips cara mengatasi rambut rontok pasca melahirkan ini, Bunda tidak hanya akan memahami penyebabnya, tetapi juga mempelajari langkah-langkah perawatan harian, bahan alami yang efektif, serta kebiasaan kecil yang membantu rambut kembali kuat dari akar hingga ujung.
Mengapa Rambut Rontok Setelah Melahirkan?

Selama kehamilan, hormon estrogen meningkat drastis. Hormon ini membuat rambut Bunda tampak lebih tebal, kuat, dan jarang rontok. Itulah mengapa banyak ibu hamil merasa rambutnya lebih indah daripada biasanya. Namun setelah melahirkan, kadar estrogen turun secara drastis. Penurunan inilah yang menyebabkan rambut memasuki fase rontok secara bersamaan.
Kondisi ini biasa disebut telogen effluvium. Rambut memasuki fase istirahat dan akhirnya rontok secara massal. Biasanya berlangsung selama 3–6 bulan setelah melahirkan, dan bisa berlangsung hingga 12 bulan jika Bunda menyusui eksklusif karena hormon estrogen tetap lebih rendah.
Selain hormon, beberapa faktor lain ikut memperburuk kondisi:
- Kelelahan setelah merawat bayi
- Stres fisik dan emosional
- Pola makan tidak seimbang
- Kurang asupan nutrisi penting seperti zat besi dan protein
- Tidak sempat merawat diri
Rambut rontok pasca melahirkan bukan pertanda tubuh Bunda tidak sehat. Ini hanyalah proses fisiologis alami yang akan membaik dengan sendirinya. Namun, ada banyak cara yang bisa membantu mempercepat pemulihan rambut.
Seberapa Banyak Rontok yang Masih Normal?
Normalnya, wanita kehilangan 50–100 helai rambut per hari. Namun setelah melahirkan, jumlah ini bisa meningkat menjadi 200–400 helai per hari. Bunda mungkin menemukan rambut:
- berserakan di bantal,
- mengumpul di lantai kamar mandi,
- tersangkut pada sisir,
- atau bahkan menggumpal di saluran air.
Bila rontoknya merata di seluruh kepala, itu masih masuk kategori normal. Namun jika rontok membentuk pola botak bulat atau area tertentu terlihat sangat tipis, Bunda perlu mengonsultasikannya dengan tenaga kesehatan.
Perawatan Rambut Harian yang Aman untuk Ibu Menyusui

Perawatan harian sederhana bisa sangat membantu mengurangi rambut rontok dan memperkuat akar rambut. Tidak perlu serum mahal atau perawatan salon—konsistensi adalah yang utama.
- Gunakan Sampo dan Conditioner yang Lembut
Pilih sampo tanpa sulfat, tanpa pewangi kuat, dan diformulasikan untuk kulit kepala sensitif. Sampo jenis ini membantu menjaga minyak alami rambut dan tidak membuat kulit kepala kering. Untuk conditioner, pilih yang ringan dan fokuskan pada ujung rambut, bukan akar. - Hindari Menggosok Rambut Saat Basah
Rambut basah lebih rapuh. Setelah keramas, tekan lembut rambut menggunakan handuk lembut. Jangan menggosok atau memelintir. - Sisir Menggunakan Sikat Bergigi Jarang
Sisir bergigi jarang membantu mencegah kerusakan rambut akibat tarikan kuat. Sisir dari bawah ke atas untuk mengurai rambut tanpa membuatnya patah. - Jangan Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Ikat rambut tinggi dan kencang (seperti ponytail atau sanggul ketat) bisa membuat rambut patah dan memperburuk kerontokan. Gunakan ikat rambut berbahan kain yang lembut.
Bahan Alami untuk Memperkuat Rambut Pasca Melahirkan

Beberapa bahan alami terbukti membantu memperkuat akar rambut, menebalkan batang rambut, dan merangsang pertumbuhan rambut baru.
- Minyak Kelapa
Minyak kelapa mengandung asam laurat yang dapat menembus batang rambut hingga ke akar. Pijatkan minyak kelapa hangat 10–15 menit sebelum mandi untuk meningkatkan sirkulasi darah. - Lidah Buaya
Gel lidah buaya mengurangi iritasi kulit kepala dan menutrisi rambut. Oleskan pada kulit kepala selama 20 menit sebelum keramas. - Minyak Kemiri
Minyak kemiri terkenal memperkuat akar rambut dan merangsang pertumbuhan rambut baru. Cocok untuk digunakan 2–3 kali seminggu. - Teh Hijau
Teh hijau kaya antioksidan yang dapat membantu memperbaiki kesehatan kulit kepala. Gunakan sebagai bilasan setelah keramas.
Nutrisi Penting untuk Rambut Kuat dan Tidak Mudah Rontok

Kerontokan rambut pasca melahirkan sering diperparah oleh kurangnya nutrisi. Berikut nutrisi penting untuk memperkuat rambut dari dalam:
- Protein : Rambut terbuat dari keratin, yaitu protein. Konsumsi telur, ikan, ayam, tofu, tempe, dan kacang-kacangan.
- Zat Besi : Anemia ringan adalah penyebab umum rambut rontok. Pastikan Bunda makan bayam, daging merah tanpa lemak, dan kacang merah.
- Vitamin B Kompleks : Vitamin B6, B12, dan biotin membantu pertumbuhan rambut baru dan memperkuat akar rambut.
- Omega-3 : Gunakan ikan salmon, sarden, atau minyak ikan untuk nutrisi kulit kepala.
Jika diperlukan, bunda bisa konsultasi ke dokter untuk mendapatkan rekomendasikan suplemen postpartum khusus ibu menyusui.
Mengelola Stres untuk Mengurangi Rambut Rontok
Stres fisik dan mental mempercepat kerontokan rambut. Ibu baru biasanya mengalami tekanan besar karena kurang tidur, bayi rewel, dan tubuh yang masih lemah.
Cobalah lakukan:
- pernapasan dalam 3–5 menit setiap pagi,
- mandi air hangat sebelum tidur,
- stretching ringan,
- mendengarkan musik yang menenangkan,
- atau minta pasangan membantu mengurus bayi sesekali.
Kesehatan mental sangat berpengaruh pada kesehatan wanita dan kecantikan alami Bunda secara keseluruhan.
Kapan Rambut Akan Kembali Normal?
Kabar baiknya, rambut Bunda akan kembali dalam beberapa bulan. Biasanya:
- bulan 3–6: rontok paling parah,
- bulan 6–9: rontok mulai berkurang,
- bulan 9–12: rambut baru mulai tumbuh,
- setelah 12 bulan: kondisi rambut kembali normal.
Tanda rambut mulai pulih adalah tumbuhnya anak rambut halus di dahi dan sekitar pelipis.
Kapan Bunda Perlu Berkonsultasi dengan Tenaga Kesehatan?
Bunda perlu konsultasi bila:
- rambut rontok membentuk pola botak,
- kerontokan berlangsung lebih dari 12 bulan,
- kulit kepala terasa gatal atau terbakar,
- rambut rontok disertai kelelahan ekstrem atau pusing,
- Bunda mengalami gejala depresi postpartum.
Beberapa kondisi medis seperti tiroid postpartum atau anemia berat dapat menyebabkan rontok berlebihan.
Kesimpulan Tentang Perawatan Rambut Rontok Pasca Melahirkan
Rambut rontok setelah melahirkan adalah bagian dari perjalanan setiap ibu. Ini bukan tanda Bunda tidak sehat, justru tubuh sedang beradaptasi setelah perubahan hormon besar. Dengan perawatan yang tepat baik dari luar maupun dari dalam, rambut akan kembali kuat, tebal, dan sehat seperti sebelumnya. Karena rambut rontok pasca melahirkan sebenarnya bisa diatasi dengan perawatan yang tepat
Untuk pemahaman menyeluruh tentang kesehatan wanita setelah melahirkan, jangan lupa membaca artikel tentang Rahasia Kesehatan dan Tips Kecantikan Alami untuk Para Ibu.
Bagaimana dengan Bunda? Apakah Bunda juga mengalami rambut rontok setelah melahirkan? Ceritakan pengalaman atau pertanyaan Bunda di kolom komentar, ya.







