TemuBunda.com – Kehamilan merupakan sesuatu yang paling didambakan kehadirannya bagi pasangan suami dan istri yang sudah menginginkan memiliki seorang buah hati. Keluarga akan terasa semakin lengkap dengan kehadiran buah hati yang didambakan.Dengan datangnya tanda-tanda kehamilan, hadirnya seorang buah hati yang sudah sangat diimpikan dalam keluarga tinggalah menunggu waktu.
Akan tetapi masih banyak para pasangan suami isteri belum mengetahui secara benar mengenai tanda-tanda kehamilan atau pregnancy symptoms ini. Mereka terkadang masih bingung untuk membedakan antara tanda-tanda kehamilan yang sebenarnya dengan tanda-tanda akan datang menstruasi, sebab dalam banyak kasus terjadi bahwa tanda-tanda kehamilan memiliki kemiripan tanda-tanda dengan akan datang menstruasi.
Kebanyakan perempuan menilai tanda-tanda kehamilan hanya dari satu sisi saja, yaitu dengan terlambatnya datang bulan atau menstruasi. Yaaa… memang benar salah satu tanda-tanda kehamilan adalah terlambat datang menstruasi, akan tetapi terlambat datang menstruasi bukanlah satu-satunya tanda awal kehamilan dan penyebab terlambat datang menstruasi juga bukan hanya karena kehamilan.
Apakah terlambat menstruasi sudah dipastikan hamil?
Jawabannya tentu tidak. Banyak faktor yang menyebabkan terlambat datang menstruasi, misalnya pola makan, kelelahan, stress, gangguan hormon, dan lain sebagainya. Pengetahuan dan wawasan mengenai tanda-tanda orang hamil sangatlah mutlak untuk diketahui para wanita, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga karena secara otomatis mereka akan menjadi seorang ibu.
Ketidaktahuan dan kurangnya informasi mengenai hal ini juga sering menyebabkan beberapa kasus terjadinya keguguran. Sebab ketika perempuan sedang hamil dan tidak mengetahuinya, mereka masih melakukan aktivitas atau mengkonsumsi makanan dan minuman yang seharusnya sudah tidak boleh dilakukan selama hamil. Selain itu dengan ketidaktahuannya akan tanda-tanda kehamilan juga dapat mengakibatkan terabaikannya persiapan yang matang untuk menyongsong kehamilan, yang mana dapat mengancam keselamatan si ibu maupun sang bayi dalam kandungan.
Begitu juga sebaliknya, dalam banyak kasus yang sudah terjadi, para keluarga stress karena tanda-tanda kehamilan yang sudah dianggapnya sebagai sebuah tanda-tanda kehamilan ternyata ketika dilakukan tes justru hasilnya masih negatif. Dapat anda bayangkan betapa kecewanya ketika kehamilan yang sudah diharap-harapkan dan sangat ditunggu-tunggu akhirnya menjadi sirna.
Untuk itu kali ini TemuBunda.com akan berbagi dengan anda tentang tanda-tanda awal kehamilan. Dengan adanya informasi mengenai tanda-tanda awal kehamilan ini maka diharapkan perempuan yang sedang hamil akan bisa menghadapi kehamilannya dengan baik sehingga perawatan dan penjagaan yang optimal terhadap calon ibu beserta calon bayi bisa terlaksana dengan baik, tentunya agar supaya kehamilan tersebut sehat dan terjaga.
Kedua buah payudara membengkak dan terasa lebih sensitif.

Anda akan merasakan kedua buah payudara anda membengkak, terasa seperti lebih berisi daripada biasanya. Selain itu juga anda akan merasakan payudara anda terasa lebih lembut dan sensitif ketika disentuh atau diremas. Tapi takperlu khawatir, hal seperti ini sudah normal terjadi karena pada awal kehamilan akan ada perubahan hormon yang mana payudara sedang mempersiapkan untuk memproduksi air susu ibu (ASI). Perubahan payudara menjadi lebih lembut dan sensitif ini biasanya terjadi saat periode 7-14 hari setelah adanya pembuahan.
Merasa lebih gampang lelah dan letih.

Perempuan yang sedang hamil akan merasa lebih gampang lelah dan letih ketika melakukan kegiatan sehari-hari. Sedikit tekanan saja akan membuat anda menjadi stress dan kelelahan. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya hormon progesteron yang membuat calon ibu merasakan kantuk. Oleh karena itu ibu hamil memerlukan makan dan istirahat yang cukup. Apabila anda merasakan lelah dan letih yang tidak wajar sementara anda sudah merasa istirahat yang cukup, sebaiknya anda segera konsultasikan ke dokter. Sampaikan semua keluhan anda sehingga dokter dapat melakukan penanganan yang tepat pada masalah anda.
Terjadi pendarahan atau flek.

Setelah kurang lebih 6-12 hari sejak terjadinya pembuahan, maka akan terjadi pendarahan atau flek. Hal tersebut terjadi karena adanya proses menempelnya calon janin kedalam dinding rahim. Biasanya pendarahan tidak dalam jumlah yang sangat banyak seperti halnya pada menstruasi, melainkan berupa noda-noda warna merah, pink atau agak kecoklatan. Pendarahan ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 1-2 hari, apabila anda mengalami pendarahan yang disertai rasa sakit, segera hubungi dokter. Sebab mungkin saja hal seperti ini mengindikasikan gangguan serius pada kehamilan anda. Ketika terjadi pendarahan, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan, yaitu berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari bahu. Istirahat penuh, jangan beraktivitas apapun sampai pendarahan berkurang kemudian segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Perut mual dan muntah.

Mayoritas ibu hamil pada periode 3 bulan pertama kehamilan, setiap pagi akan merasakan perut mual dan ingin muntah atau bisa disebut dengan morning sickness. Morning sickness terjadi terasa lebih sering dirasakan oleh ibu hamil pada periode 2-8 minggu usia kehamilan. Tidak menutup kemungkinan juga morning sickness ini terjadi sepanjang hari, tidak hanya di pagi hari saja. Ketika anda mengalami morning sickness, untuk mengurangi rasa mual dan muntah yang datang sewaktu-waktu anda dapat melakukan beberapa hal. Yaitu dengan makan makanan yang mengandung banyak air dan dingin. Misalkan melon, anggur, jeruk, mentimun atau smoothies. Untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, minumlah air putih dalam jumlah yang cukup.
Sakit kepala dan pusing.

Pada awal kehamilan, pada umumnya ibu hamil akan merasakan sakit kepala secara tiba-tiba. Sakit kepala ini tidak hanya menyerang ibu hamil yang biasa mendapatkan sakit kepala saja namun juga ibu hamil yang tidak pernah mengalami sakit kepala sekalipun. Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormon dalam tubuh yang terjadi secara mendadak dan dalam jumlah yang banyak.
Aliran darah didalam tubuh anda akan berusaha menyeimbangkan sirkulasi darah yang meningkat seiring dengan pertumbuhan janin. Akibatnya kepala menjadi terasa sakit dan pusing. Sakit kepala sering datang kembali dikarenakan rahim yang membesar sehingga menekan pembuluh darah.
Untuk mengurangi rasa sakit kepala dan pusing, yang dapat anda lakukan adalah dengan meminum banyak air putih, kemudian ubahlah posisi tubuh anda dari berdiri ke posisi duduk atau dengan makan makanan yang mengandung gula sehingga akan segera menaikan kadar gula didalam tubuh anda.
Jika anda memutuskan untuk mengkonsumsi obat pereda sakit kepala, lebih baik pilihlah obat pereda sakit kepala yang mengandung acetaminophen karena lebih aman untuk kehamilan dibanding ibuprofen.
Menjadi sering buang air kecil.

Ketika usia kandungan sudah memasuki periode antara 6-8 minggu, ibu hamil akan mulai sering ke toilet untuk buang air kecil. Keinginan untuk buang air kecil ini terkadang terasa sangat mengganggu ketika tidur malam anda jadi terganggu karena harus ke toilet.
Hal seperti ini sudah wajar terjadi pada masa awal kehamilan dan akan semakin bertambah sering dengan bertambahnya besar janin yang semakin menekan kantung kencing anda. Pada masa kehamilan jumlah darah dan cairan dalam tubuh meningkat sehingga cairan yang diproses di ginjal juga meningkat sehingga akhirnya bermuara ke saluran kencing.
Sering meludah.

Ketika kehamilan memasuki trimester pertama, anda akan jadi sering meludah atau bisa disebut dengan hipersalivasi. Hal tersebut terjadi karena pengaruh perubahan hormon estrogen. Konidisi hipersalivasi ini pada umumnya akan menghilang setelah kehamilan memasuki trimester kedua.
Naiknya temperatur basal dalam tubuh.

Ketika terjadi ovulasi atau kehamilan, kondisi basal dalam tubuh akan meningkat. Meningkatnya suhu basal dalam tubuh ini akan berlangsung selama terjadinya kehamilan dan tidak akan menurun ke kondisi sebelum terjadinya kehamilan.
Sembelit atau susah buang air besar.

Saat sedang hamil akan terjadi peningkatan hormon progesterone yang berdampak pada mengendurnya otot-otot rahim dan dinding usus sehingga menyebabkan terjadinya sembelit atau susah buang air besar. Akan tetapi dengan terjadinya sembelit ini, justru akan meningkatkan penyerapan nutrisi menjadi lebih baik saat hamil.
Demikianlah tanda-tanda awal kehamilan yang harus anda ketahui. Tanda-tanda awal kehamilan di atas dapat bunda jadikan sebagai pedoman, penambah wawasan, pengetahuan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kandungan bunda, sehingga tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dikarenakan ketidak tahuan tentang awal kehamilan.
Dengan begitu setiap keluarga diharapkan mampu merencanakan sebuah kehamilan yang sehat, persalinan yang aman dan lancar serta perawatan anak yang maksimal sehingga mampu menghasilkan keturunan atau generasi yang cerdas dan sehat.


