Kebiasaan Buruk Pasangan Penyebab Hancurnya Perkawinan

Kebiasaan Buruk Pasangan Penyebab Hancurnya Perkawinan

TemuBunda.com – Ketika baru menikah terkadang seorang istri merasa agak kewalahan menyadari besarnya tanggung jawabnya untuk mengasihi dan mengurus suami. Mendadak hampir seluruh kesejahteraan dan kebahagiaan seseorang sangatlah dipengaruhi oleh tindakan dan pilihan oleh sang istri. Jadi untuk bunda-bunda ku tersayang, marilah kita hendaknya berhati-hati dalam mengurus suami dan perkawinan kita. Jangan sampai kebiasaan buruk pasangan ini menjadi penyebab hancurnya rumah tangga.

Berikut ini adalah 5 hal utama yang mungkin tanpa bunda sadari dapat menghancurkan kebahagiaan rumah tangga bunda. Jangan biarkan hal-hal kecil yang kita anggap remeh, ternyata dapat merusak kesempatan bunda untuk mengecap kebahagiaan terbesar dalam hidup ini.

*Catatan: walaupun tulisan ini mengenai wanita, namun berlaku juga bagi kaum pria.

kebiasaan buruk pasangan

1. Hidup Melebihi Kemampuan

Memiliki ego untuk hidup yang melebihi kemampuan merupakan kebiasaan buruk pasangan urutan nomor 1 dalam merusak perkawinan. Seorang wanita tua yang bijak pernah berkata,

“Hal terbaik yang dapat dilakukan seorang wanita bagi suaminya ialah hidup sesuai dengan kemampuannya.”

Istri, tunjukkan penghargaan dan rasa hormat Anda kepada suami dengan mengikuti anggaran belanja secara saksama dan memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang bunda miliki dan mengelolanya sebaik mungkin. Merengek terus-menerus karena tidak cukup uang dan melakukan pengeluaran yang boros adalah cara yang buruk untuk menyatakan terima kasih kepada suami yang setia dan sudah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Bunda mungkin memang tidak mampu membeli tas Gucci yang sudah lama di idam-idamkan, tetapi suamimu akan sangat berterima kasih jika bunda bisa menghormati dia dan bersyukur atas apa yang sudah dia berikan sesuai dengan kemampuannya.

2. Kebiasaan Buruk Pasangan Yang Selalu Bersikap Negatif

Suatu ketika mungkin bunda pernah merasa benci dengan rambut Anda, benci dengan rumah yang berantakan, benci dengan tetangga sebelah yang selalu nyinyir, muak dengan teman kerja yang tidak becus, muak dengan mobil tua yang rongsok, muak dengan HP yang sudah ketianggalan jaman dan berbagai tetek bengek lainnya.

Lalu kemudian di tengah kemarahan itu, kemudian begitu suami baru pulang dari kerja tiba-tiba bunda lontarkan semua kekesalan yang memenuhi hati bunda itu kepadanya.

Bayangkan… beban seberat itu apakah tidak makin membunuh semangat suami bunda yang tengah lelah kehabisan energi selepas kerja? Walaupun pada hakikatnya pria suka membetulkan sesuatu yang tidak beres, tetapi bila bunda membanjirinya dengan segala hal yang negatif maka akan sulit bagi dia untuk bisa kuat menerimanya. Hal ini akan menjadi kebiasaan buruk pasangan yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga.

Seperti tetesan air secara terus-menerus dalam waktu yang lama maka akan mampu menghancurkan batu yang keras. Seperti itu juga luapan emosi bunda yang lambat laun akan mengancurkan cinta suami jika terus dihujani emosi negatif.

Satu hal yang saya pelajari dari pernikahan ialah pria yang baik ingin hidup bahagia dan bila dia tidak dapat membantu Anda merasa bahagia, maka dia akan sangat terganggu. Tidak ada salahnya dan dapat dimengerti bila bunda sesekali mengalami hari yang kurang menyenangkan, tetapi janganlah setiap hari mengeluh. Karena dalam rumah tangga yang penuh cinta, Ada hati yang juga perlu dijaga.

3. Kebiasaan Buruk Pasangan Yang Mementingkan hal-hal lain

Bila bunda lebih memikirkan tentang anak, ibu, teman, bakat atau karir daripada suami, maka secara tidak Anda sadari ternyata itu sama saja dengan terang-terangan menyatakan bahwa dia tidaklah penting lagi atau bukan prioritas. Bayangkan bila selama bertahun-tahun seseorang melakukan hal itu terhadap bunda. Apa yang akan terjadi dengan harga diri bunda? Tentunya bunda juga faham apa yang dia rasakan.

Jadi, alangkah lebih bijak jika bunda bisa mengutamakan suami.

Meskipun hal itu mungkin terasa tidak sesuai dan tidak produktif, bunda akan takjub bila menyadari bahwa itulah kunci bagi kebahagiaan terbesar dalam perkawinan. Banyak pasangan bercerai karena mereka tidak saling memperhatikan dan mengasihi serta tidak mengutamakan pasangan mereka.

Jadi bila mampu dan mau memilih untuk saling mengutamakan, maka niscahnya bunda akan menemukan kebahagiaan dalam rumah tangga.

4. Tidak Bersikap Mesra Terhadap Suami

Kaum pria merindukan dan membutuhkan kemesraan dari istri mereka, bila bunda terus menerus mengabaikan hal ini maka akan menyebabkan mereka frustrasi dan mati rasa.

Hubungan jasmani tidak boleh diperalat untuk mengendalikan suami; hal itu hendaknya dipandang sebagai cara yang sakral untuk menjalin ikatan kuat antara bunda dan suami.

Merupakan karunia yang besar bila bunda merasa dibutuhkan dan dirindukan oleh seorang suami romantis yang ingin menikmati sesuatu yang penting dan indah bersama bunda. Walau bunda sebenarnya tidak menginginkannya saat itu, tapi akan lebih bijak jika bunda mau mengikuti kemauannya (bila memungkinkan) dan melewatkan waktu untuk menjalin kasih sayang bersamanya.

5. Perbedaan Cara Pandang Antara Wanita dan Pria

2 hal yang perlu bunda pahami.

  • Wanita suka memberi tanda / kode (sudah menjadi naluri wanita).
  • Pria tidak memahami tanda-tanda / kode itu (sudah menjadi naluri pria).

Jangan buang-buang waktu dengan memberikan tanda atau kode-kode’an yang tidak dipahaminya: Berbicaralah terus terang. Bersikaplah jujur tentang apa yang bunda rasakan, jangan menunggu sampai emosi meletus. Bila dia bertanya ada apa, jangan berdusta dengan menjawab “tidak ada apa-apa” tetapi berharap dia bisa membaca pikiran dan emosi Bunda. Karena ingatlah..

Laki-laki yang menjadi suami bunda saat ini bukanlah Dukun yang bisa membaca pikiran tanpa perlu diberitahu.

Jadi bersikaplah terbuka dalam menyatakan perasaan Bunda. Sampaikan dengan jelas apa yang bunda inginkan kepadanya tanpa perlu banyak kode yang rumit dan susah dimengerti.

Ayo Bunda, Bagikan Info Menarik Ini!
Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *