Awas kebiasaan buruk bisa menjadi penyebab cacat pada janin

AWAS! 6 Kebiasaan Buruk Ini Menjadi Penyebab Cacat Pada Janin

TemuBunda.com – Kehamilan tentu menjadi sebuah momen yang sangat menggembirakan bagi setiap pasangan suami istri yang mendambakan keturunan. Apalagi kehamilan ini telah diimpi-impikan pasangan suami istri sejak lama. Mendapati sang istri mengandung, tentunya menjadi sebuah kebahagian yang tak terhingga dalam keluarga. Semua orang juga pasti menginginkan bayi yang dinantikan ini dapat lahir ke dunia dengan normal dan sempurna tanpa memiliki kecacatan sedikitpun. Untuk itu, menjaga dan memperhatikan kondisi kesahatan ibu dan janin selama kehamilan menjadi poin penting yang harus selalu dilakukan. Lalu, apa sajakah faktor yang menjadi penyebab cacat pada janin? yuk simak penjelasan berikut ini.

Faktor Penyebab Cacat Pada Janin Yang Disebabkan Oleh Kebiasaan Buruk Sehari-hari

1. Faktor Asap Rokok

Anda pasti sudah mengetahui bahwa rokok mengandung nikotin yang berbahaya untuk ibu maupun janin yang ada dalam kandungannya. Bukan hanya perokok aktif yang beresiko mengalami kecacatan pada janin yang dikandungnya, perokok pasif pun demikian. Zat kimia yang bersifat toxic/racun pada rokok akan membuat anak memiliki resiko yang negatif seperti IQ yang rendah dan berperilaku tidak baik. Untuk itulah, ketika hamil, sebaiknya bunda berada jauh dari sumber asap rokok untuk menghindari kecacatan janin yang ada dalam kandungan.

Jika bayi yang terkontaminasi zat kimia rokok berhasil lahir, maka biasanya akan terjadi kelainan dalam perkembangan tubuh dalam hal berat serta ukuran, organ tubuh seperti paru-paru yang tidak berfungsi secara optimal serta fungsi otak yang terbelakang. Asap rokok ini mengandung berbagai macam bahan kimia yang berbahaya, lebih dari sekitar empat ribu diantaranya sianida, nikotin, karbon monoksida serta 60 buah senyawa penyebab kanker.

Silahkan lihat gambar di bawah ini sebagai gambaran betapa berbahayanya rokok untuk tubuh.

Jika seorang ibu hamil merokok, maka semua zat-zat kimia tersebut akan mengalir dalam darah dan sampai ke janin. Sementara dari empat ribu bahan kimia itu tidak ada satu pun yang baik bagi bayi, maka yang terjadi adalah bayi akan terkontaminasi zat kimia berbahaya bahkan sebelum ia tumbuh. Nikotin serta karbon monoksida bisa berakibat gangguan janin karena dapat mengurangi pasokan oksigen lewat tali pusar.

Nikotin berkerja seperti kolesterol yang menyebabkab penyempitan pembuluh darah ibu hamil dan menyumbat aliran oksigen di seluruh pembuluh darah termasuk tali pusar. Keadaan akan semakin memburuk karena sel-sel darah merah yang membawa oksigen pada akhirnya juga bisa membawa molekul karbon monoksida dan menyalurkannya ke janin.

2. Faktor Konsumsi Junk Food yang Berlebihan

junk food dapat menjadi faktor penyebab cacat pada janin

Saat ini konsumsi terhadap makanan siap saji atau junk food seolah telah menjadi gaya hidup yang hampir sulit dipisahkan dari masyarakat. Hidangan junk food yang begitu menggoda membuat siapa saja tergiur untuk memakannya. Namun tahukah bunda, sekali mencoba biasanya bunda akan ketagihan untuk kembali melahapnya lagi dan lagi.

Hal ini disebabkan karena junk food mengandung zat aditif yang membuat ketagihan. Terlalu sering mengkonsumsi junk food akan berimbas buruk untuk kehamilan sebab junk food dapat memberikan dampak buruk terhadap perkembangan otak janin. Janin akan beresiko memiliki IQ yang lebih rendah serta menjadi hiperaktif. Untuk itu disaat hamil, sebisamungkin hindarilah konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan karena ini merupakan salah satu penyebab cacat pada janin.

3. Faktor Terlalu Banyak Kafein

kafein berlebihan dapat menjadi faktor penyebab cacat pada janin

Banyak orang yang meyakini konsumsi kafein akan membuat tubuh terasa lebih bersemangat terutama ketika sedang merasakan lemas dan kantuk di malam hari. Kafein memang akan membantu tubuh agar tetap terjaga , hanya saja konsumsi kafein yang terlalu berlebihan akan berbahaya untuk kesehatan, termasuk kesehatan janin yang ada dalam kandungan. Adapun dampak yang akan diterima si janin ketika ia lahir kedunia dan tumbuh menjadi anak-anak maka mereka akan kesulitan menerima pelajaran dari sekolah, menjadi hiperaktif serta memiliki IQ yang lebih rendah.

4. Faktor Terlalu Banyak Konsumsi Alkohol

alkohol dapat menjadi faktor penyebab cacat pada janin

Mengkonsumsi alkohol dan minuman keras seolah telah menjadi gaya hidup baru bagi sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Hanya saja, jika dikonsumsi oleh ibu hamil hal ini akan dapat menyebabkan cacat lahir pada janin. Seorang wanita yang sering mengkonsumsi alkohol ketika hamil akan memiliki resiko bayi mengalami kerusakan otak. Bukan hanya itu, perkembangan janin dalam kandunganpun menjadi terganggu.

Sebagai gambaran tentang bahaya alkohol terhadap tubuh, silahkan lihat gambar di bawah ini.

Pada intinya, faktor penyebab terbesar terhadap kecacatan janin dalam kandungan dipengaruhi oleh gaya hidup yang buruk dan tidak beraturan. Untuk itu, ubah gaya hidup bunda dan mulai jalankan pola hidup sehat agar janin beserta ibu hamil akan terjaga kesehatannya.

5. Faktor Flu Berkepanjangan

flu berkepanjangan dapat menjadi faktor penyebab cacat pada janin

Risiko skizofrenia atau yang sering dikenal sebagai gangguan jiwa, ternyata terjadi tiga kali lipat saat ibu sedang mengalami sakit flu selama paruh pertama kehamilan dan bisa meningkat tujuh kali lipat jika paparan terjadi pada trimester pertama. Risiko secara keseluruhan memanglah relatif kecil, namun hasil riset ilmiah menunjukkan bahwa sekitar 97% anak lahir dari ibu yang terserang flu saat hamil beresiko terkena skizofrenia. Meskipun peneliti tidak tahu mekanisme kerja bagaimana ini bisa terjadi, namun diduga antibodi yang dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh ibu dapat mempengaruhi perkembangan otak.

Riset ilmiah tentang pengaruh virus flu menjadi penyebab cacat pada Janin

Sampai saat ini efek langsung dari virus flu juga masih diteliti. Selain itu penemuan mengejutkan lain menunjukkan bahwa sebuah studi longitudinal sebanyak 1.959 bayi yang lahir pada minggu pertama Maret 1958 untuk ibu yang dilaporkan memiliki mengalami influenza selama kehamilan mengungkapkan insiden kanker sebesar 4,1 per 1.000 dibandingkan dengan hanya 0,8 per 1.000 antara 14.791 bayi dari ibu yang tidak mengalami influenza.

Ternyata flu saat hamil jangan diremehkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami flu beresiko mengalami cacat janin, kanker dan Skizofrenia. Sebuah tim dari California Institute of Technology peneliti telah menemukan sebuah hubungan yang tak terduga antara skizofrenia dan autisme pada saat kehamilan.

6. Faktor Kegemukan atau Obesitas

obesitas dapat menjadi faktor penyebab cacat pada janin

Berat badan sebelum hamil atau obesitas yang terjadi saat hamil (maternal obesity) meningkatkan risiko seorang wanita untuk terserang diabetes gestasional atau menjalani persalinan prematur, termasuk memberikan risiko obesitas dan diabetes pada si anak. Sebuah studi terbaru juga telah mengaitkan antara berat badan wanita pra-kehamilan dengan risiko asma pada anaknya.

Menurut penelitian tahun 2024 terdapat 12 persen dari 1.100 anak yang terlahir dari ibu yang obesitas akan sering mengalami asma pada usia 14 bulan dibandingkan bayi yang terlahir dari ibu dengan berat badan normal (empat persen). Pencegahan agar tidak obesitas dapat dilakukan dengan olahraga rutin dan berjalan kaki setidaknya selama 20 menit, sebanyak empat kali dalam seminggu.

Lalu bagaimana pencegahan agar terhindar dari terjadinya cacat pada janin?

Untuk mencegah hal tersebut di atas ibu hamil sangat disarankan melakukan pemeriksaan kehamilan atau ante natal care (ANC) sangat disarankan bagi para ibu hamil untuk memonitor kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Pemeriksaan kehamilan adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dari awal kehamilan hingga proses persalinan untuk memonitor kesehatan ibu dan janin agar tercapai kehamilan yang optimal.

Rekomendasi WHO untuk ibu hamil agar terhindar dari cacat pada janin

WHO menyarankan agar ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan minimal sebanyak 4 kali yaitu :

  1. Pemeriksaan kehamilan pertama yaitu pemeriksaan kehamilan saat usia kehamilan antara 0-3 bulan. Memang biasanya ibu tidak menyadari kehamilan saat awal masa kehamilan, tetapi sangat diharapkan agar kunjungan pertama kehamilan dilakukan sebelum usia kehamilan < 12 minggu. Pemeriksaan kehamilan ini cukup dilakukan sekali dan mungkin berlangsung 30-40 menit.
  2. Pemeriksaan kehamilan kedua yaitu pemeriksaan kehamilan saat usia kehamilan antara 4-6 bulan. Biasanya kunjungan kehamilan dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 26 minggu. Pemeriksaan ini mungkin berlangsung 20 menit saja.
  3. Pemeriksaan kehamilan ketiga yang dilakukan saat usia kehamilan mencapai 32 minggu.
  4. Pemeriksaan kehamilan keempat. Ini merupakan pemeriksaan kehamilan terakhir dan dilakukan pada usia kehamilan antara 32-36 minggu

Dari informasi di atas, sekarang bunda sudah tahu bukan hal dan kebiasaan buruk apa saja yang harus dihindari dan dilakukan untuk mencegah terjadinya cacat pada janin? Apakah bunda memiliki pertanyaan? Silahkan tanyakan di form komentar di bawah ini.

Ayo Bunda, Bagikan Info Menarik Ini!
Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *